FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    17 01-2019

    1029

    Kominfo Alokasikan Rp 109,4 Miliar untuk 20 Ribu Talenta Digital

    Kategori Sorotan Media | daon001

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengalokasikan dana Rp 109,4 miliar untuk program digital talent scholarship. Tahun ini, Kementerian Kominfo menargetkan ada 20 ribu talenta digital yang mendapat sertifikat. 

    Untuk menyediakan dana tersebut, Kementerian Kominfo mengalihkan anggaran dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pengembangan vokasi talenta digital dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). 

    Tak ada perubahan signifikan dari segi nilai. "Hanya ada pergeseran karena refocusing ke litbang, karena kami ada program digital talent. Sumbernya dari PNBP," ujar dia saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/1). 

    Kementerian Kominfo menargetkan ada 25 peserta yang mengikuti program vokasi ini. Dari jumlah itu, 20 ribu di antaranya bakal mendapat sertifikat. Untuk itu, Kementerian Kominfo mengajak kerja sama 28 universitas negeri dan swasta, 22 politeknik, dan lima perusahaan teknologi global. 

    Program ini menyediakan empat akademi.  Pertama, untuk fresh graduate academy, Kominfo akan memberikan 6 ribu beasiswa. Program ini berjalan melalui kerja sama dengan 10 universitas negeri dan lima swasta. 

    Di antara materi yang diajarkan, terkait cyber security bekerja sama dengan Cisco untuk seribu siswa. Lalu, 3 ribu beasiswa terkait big data analytic, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan cloud computing. Kemudian, 2 ribu beasiswa terkait Internet of Things (IoT) dan mesin pembelajar bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS). 

    Kedua, vocational school graduate academy dengan memberikan 4 ribu beasiswa berkolaborasi dengan 22 politeknik. Ada lima SKKNI junior yang diberikan kepada masingmasing 800 penerima beasiswa, yakni network administrator; web developer; mobile programmer; graphic design; dan, intermediate animator. 

    Untuk kedua jenis akademi ini, peserta juga diwajibkan mengikuti kelas online kewirausahaan digital.  

    Ketiga, coding teacher academy untuk 4 ribu penerima beasiswa. Dalam hal ini, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Google dan Dicoding. 

    Keempat, online academy untuk 11 ribu penerima beasiswa. Dari jumlah itu, materi cyber operation dan CCNA security akan diberikan kepada 1.500 penerima beasiswa dengan bekerja sama dengan Cisco. Lalu, AI kepada seribu penerima beasiswa bekerja sama dengan AWS. 

    Kemudian, ada 1.500 penerima beasiswa untuk materi programming operation, hasil kolaborasi dengan Cisco. Lalu, masing-masing 1.500 penerima beasiswa untuk materi digital skill dan digital policy, bekerja sama dengan Microsoft. Serta, materi big data untuk 2 ribu penerima beasiswa, bekerja sama dengan AWS. 

    Upaya ini dilakukan Kementerian Kominfo karena Indonesia diproyeksi kekurangan SDM digital 600 ribu per tahun. Proyeksi itu mengacu dari data McKinsey yang menyebutkan, Indonesia mengalami gap 9 juta talenta digital hingga 2030.  

    Meski begitu, menurutnya talenta di bidang digital mesti dilatih sejak sedini mungkin. "Saya iri dengan Singapura. Sejak pre-school mereka didorong untuk belajar coding, dengan berpikir sesuai logika. Waktu istirahat mereka masuk ke bus untuk utak atik program," ujar dia. 

    Saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menyisipkan materi coding dalam silabus di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk pendidikan dasar. Untuk di perguruan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) didorong untuk membuat peogram studi (prodi) terkait teknologi. "Pemerintah siapkan semua ini supaya terintegrasi," ujarnya.

    Sumber berita: www.katadata.co.id (17/01/2019)

    Pewarta: Desy Setyowati

    Berita Terkait

    Kementerian Kominfo Sosialisasikan Hari Nusantara, Ada Apa Saja?

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan sosialisasi terkait Hari Nusantara 2019 di Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019 lalu. Selengkapnya

    Menkominfo Wajibkan Infrastruktur Digital Dukung Kepentingan Nasional

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia Johnny G Plate mengatakan bahwa selain memberikan manfaat, infrastruktur Selengkapnya

    Ke Berlin, Menkominfo Buktikan RI Aktif dalam Pergaulan TI Global

    Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) RI, Johnny Gerrard Plate bertolak ke Berlin, Senin (25/11/2019). Selengkapnya

    Kemenkominfo Sediakan 50.000 Beasiswa Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2020 menyediakan 50.000 beasiswa digital, untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing sumber Selengkapnya