FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
07 02-2019

54

Presiden Ingatkan Jaga Persatuan dan Kerukunan

Kategori Berita Pemerintahan | mth
Presiden Joko Widodo menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/2/2019). Perayaan Imlek Nasional 2019 mengangkat tema Merajut Kebhinekaan Memperkokoh Persatuan. - (antarafoto)

Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan Imlek Nasional di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (07/02/2019). Dalam perayaan tersebut, tema yang diangkat adalah “Merajut Kebinekaan Memperkokoh Persatuan”. “Saya ingin mengucapkan xin nian kuai le, selamat tahun baru,” ujar Presiden yang hadir dengan mengenakan kemeja batik berwarna biru tua.

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa perayaan imlek ini dirayakan hampir di semua daerah di Indonesia. Bahkan perayaan ini juga turut dihadiri oleh 29 raja dan sultan di seluruh Tanah Air.

“Kita melihat bahwa Semakin terasa indah ketika rakyat Indonesia dari suku lain juga gembira dan mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Bahkan banyak sekali yang ikut dalam kegiatan perayaan bersama ini,” tuturnya.

Di hadapan ribuan orang yang hadir, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan dan keberagaman yang ada hendaknya disikapi dengan bijak dan disadari sebagai sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia.

“Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengajak kepada kita untuk terus memelihara persatuan, menjaga persaudaraan, dan merawat kerukunan. Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan,” ucapnya.

Perayaan Imlek Nasional tahun ini juga dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 RI Try Soetrisno, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Tampak pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif.

Syukuri Pertumbuhan Ekonomi

Bicara mengenai Kinerja ekonomi Indonesia 2018 yang ditutup dengan raihan positif, Presiden mengajak semua elemen bangsa mensyukuri.

"Ekonomi Indonesia tumbuh 5,17 persen meningkat dibanding 2017 yang tumbuh sebesar 5,07 persen. Patut kita syukuri, alhamdulillah. Pertumbuhan 5,17 itu sebuah angka yang baik kalau dibandingkan dengan negara-negara lain, terutama negara-negara G20,” kata Presiden.

Di samping itu, inflasi juga berhasil dikendalikan di sepanjang 2018 dengan angka 3,13 persen. Angka tersebut menurun dari 3,6 persen pada 2017.

“Kita jangan kufur nikmat. Kalau diberi kenikmatan pertumbuhan ekonomi yang di atas 5 (persen) alhamdulillah disyukuri. Inflasinya 3,13 juga alhamdulillah disyukuri karena ekonomi global memang masih pada posisi yang tidak baik, tidak menguntungkan kita,” imbuhnya

Ke depannya, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Presiden mengatakan bahwa kunci dari pertumbuhan ekonomi nasional ialah dengan meningkatkan ekspor dan mendatangkan investasi ke Indonesia.

“Kuncinya itu hanya dua, mendorong ekspor sebanyak-banyaknya sekaligus mengurangi impor dan mendorong barang-barang substitusi impor agar diproduksi di dalam negeri serta yang kedua investasi yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Untuk mendorong peningkatan dua aktivitas perekonomian tersebut, pemerintah juga terus mengupayakan perbaikan dan penyederhanaan sistem perizinan baik yang berada di pusat maupun daerah.

Berita Terkait

Presiden: SDM Andal, Kunci Menangkan Persaingan

Presiden Joko Widodo dalam acara pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 menjelaskan bahwa saat ini semua negara berh Selengkapnya

Presiden Batalkan Remisi Terpidana Pembunuhan Jurnalis

Presiden Joko Widodo secara resmi telah membatalkan Keputusan Presiden tentang pemberian remisi bagi terpidana penjara seumur hidup dalam ka Selengkapnya

Presiden Tegaskan Jaminan Kemerdekaan Pers dan Berpendapat

Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah menjamin prinsip kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat, kebebasan yang dipandu oleh tanggun Selengkapnya

Presiden Minta Kementerian ATR/BPN Terapkan Layanan Digital

Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahwa dirinya sudah meminta 3 (tiga) tahun yang lalu agar pelayanan di bidang pertanahan segera ditransfo Selengkapnya