FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
14 05-2019

104

Libatkan Perempuan dalam TIK untuk Kikis Kesenjangan Gender

Kategori Berita Kementerian | adhi004

Jakarta, Kominfo - Keterlibatan perempian di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan bisa menambah peluang pasar sebesar USD 170 Miliar. Head of International Telecommunication Union (ITU) Area Office Jakarta, Syed Ismail Shah menjelaskan pelibatan perempuan dalam bidang TIK dapat memberikan banyak keuntungan bagi dunia usaha dan negara.

"Saya di sektor ICT seumur hidup saya, ada disparitas gender yang ekstrem. Jika tidak ada kesenjangan gender maka akan banyak hal baik diantaranya aplikasi yang baik, baik untuk bisnis, baik untuk kenaikan PDB negara," kata Ismail.

Kombinasi gender di sektor TIK, menurut Syed Usmail Shah, membuat bisnis lebih menguntungkan. Pasalnya saat ini aplikasi dibuat oleh pria sehingga perempuan kadang mengalami kesulitan untuk menggunakan.

Menurut Syed Ismail Shah, data penggunaan TIK di dunia, menunjukkan pengguna perempuan lebih sedikit dibandingkan laki-laki. "Di seluruh dunia terdapat 12% lebih sedikit perempuan yang memanfaatkan ICT," ujarnya.

Oleh karena itu, peringatan ini diadakan setiap tahun untuk meningkatkan keterlibatan perempuan di ICT. Hal itu dapat dilakukan dengan mendorong perempuan belajar TIK dan pengembangan profesi serta merekrut perempuan berkualitas

"Peringatan Girls in ICT menjadi solusi untuk mengatasi lebarnya kesenjangan gender dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi.  Tujuan peringatan ini adalah mengakhiri disparitas tersebut," jelas Syed Ismail Shah.

Beri Porsi Lebih Besar 

Senada dengan Ismail, United Nations (UN) Resident Coordinator Anita Nirody menekankan pentingnya perempuan mempelajari bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Pasalnya, keberadaan perempuan sebanyak setengah dari populasi bumi. 

"Sangat penting bagi perempuan untuk terlibat dalam ICT dan terlibat dalam mengejar pendidikan di bidang STEM. Jiika kita menahan setengah potensi tersebut, negara tidak akan berkembang dalam hal ekonomi, perkembangan, masyarakat," kata Anita.

Oleh karena itu, Anita meminta agar semua pihak dapat berusaha meyakinkan para pembuat kebijakan agar memberi porsi lebih besar kepada perempuan dalam dunia TIK. 

"Kita harus mencari solusi dan menunjukkannya agar dapat meyakinkan para pembuat kebijakan untuk melakukan hal tersebut," katanya.

Pasalnya hingga saat ini di banyak negara, perkembangan isu kesetaraan gender masih belum menunjukkan kemajuan berarti. Ia meminta agar pendidikan bagi perempuan di sektor TIK semakin ditingkatkan.  Pada tahun 2015, negara-negara di dunia termasuk indonesia menandatangani 17 sustainable development goals untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, melindungi planet, dan kemakmuran untuk semua. 

"Kami merasa bahwa semakin penting untuk mendukung pendidikan bagi perempuan di sektor ICT akan jadi sangat penting bagi negara untuk maju," katanya.

Anita juga meminta semua pihak bekerja sama demi kemajuan negara. "Ini harus dilakukan bekerja sama dengan berbagai faktor, masyarakat, pemerintah tidak dapat melakukannya sendiri, LSM, melalui sektor swasta," ujarnya.

Peringatan International Girls in ICT Day diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tahun ini tema peringatan mengusung tema "Expand Horizons, Change Attitudes".  Lebih  dari 11.100 event di 171 negara untuk menyemangati 357.000 perempuan di dunia TIK setiap akhir bulan April.  

Acara itu dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti serta pejabat di lingkungan Kementerian Kominfo. Selain itu terdapat  perwakilan dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), artis sekaligus influencer Velove Vexia, serta perwakilan dari organisasi mitra PBB dan ITU di Indonesia.

Berita Terkait

Hoaks Hari Ini! Ajakan Puncak Aksi Menuju Kemenangan Prabowo-Sandi

Sebuah video provokatif beredar luas di media sosial. Isinya soal rencana aksi bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR MENUJU KEMENANGAN PRAB Selengkapnya

Harapan Korsel untuk Pererat Kemitraan dengan Indonesia

Menteri Ilmu Pengetahuan dan TIK Korea Selatan, Yu Yeong-min menyatakan harapan untuk mempererat kemitraan dengan Indonesia. Hal itu disambu Selengkapnya

Kembangkan Kerja Sama Tangani Konten Radikalisme dan Terorisme

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengembangkan kerja sama multipihak untuk mencegah penyebaran konten negatif di internet, terutama ko Selengkapnya

Hari Kartini, Momentum Perempuan Manfaatkan Peluang Kerja Digital

Kisah perjuangan RA Kartini bukan hanya sekadar memperjuangkan kesetaraan di bidang pendidikan, namun mendorong kesetaraan di semua bidang t Selengkapnya