FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    19 06-2019

    325

    Penumpang Angkutan Laut Lebaran 2019 Naik 9,45 Persen

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Pemudik yang menggunakan KM Dobonsolo tiba di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (9/6/2019). KM Dobonsolo mengangkut 1.542 orang peserta mudik balik gratis sepeda motor yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat telah terjadi kenaikan jumlah masyarakat yang menggunakan angkutan laut selama arus mudik dan arus balik masa lebaran tahun ini, yakni mencapai 1.825.653 orang atau naik 9,45 persen.

    Demikian disampaikan Direktur Lalu Lintas dan Angkatan laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Wisnu Handoko dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Evaluasi Mudik 2019", bertempat di Ruang Rapat Utama, Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (19/06/2019).

    "Kita catat bahwa kita prediksi kenaikannya 4,8 persen. Tapi realisasinya sejak H-15 sampe H+12 lebaran tercatat naik 9,45 persen. Total yang terangkut dengan kapal di 52 titik yang kita pantau adalah 1.825.653. Sementara tahun lalu totalnya 1.668.096," ungkap Wisnu.

    Menurut Wisnu, pada tahun ini juga terjadi sedikit perbedaan pola puncak arus mudik dan arus balik. 

    "Pada tahun 2018 puncak arus mudik terjadi H-5, tetapi sekarang di H-6. Sementara untuk arus balik pada tahun 2018 puncaknya di H+2 dan pada tahun 2019 di H+3. Pada arus mudik tercatat ada kenaikan 81,2 persen dan pada arus baliknya terjadi kenaikan 85,6 persen," ujarnya.

    Disebutkan, dari 52 titik pelabuhan yang dipantau, pihaknya mencatat 20 pelabuhan yang paling banyak terjadi pergerakan. Adalah Pelabuhan Batam yang mengangkut penumpang tertinggi mencapai 240.545 orang.

    Adapun 20 pelabuhan tersebut antara lain Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Tanjung Buton, Ternate, Tanjung Perak, Makassar, Tarakan, Balikpapan, Baubau, Tanjung Uban, Dumai, Ambon, Selat Panjang, Sorong, Manado, Tanjung Priok, Kendari, Tanjung Emas, dan Parepare.

    "Dari pola ini kita cermati pergerakan paling besar di Pulau Sumatra, terutama perbatasan dengan Malaysia, karena banyak migran kita kerja di sana. Juga di Ternate, karena mayoritas banyak muslim dan pendatang dari Makassar, sehingga mereka pulang ke selatan. Yang signifikan juga di Sorong, banyak pekerja asal dari Jawa, Makassar, itu juga menimbulkan lonjakan cukup padat," Jelas Wisnu.

    Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi, Dirjen Perhubungan Kereta Api Kemenhub Zulfikri, Deputi 1 Kantor Staf Presiden Darmawan Prasodjo,dan Kasubbag Dalops Korlantas Polri AKBP Dhafi.

    Berita Terkait

    Persiapan Pembangunan Ibukota Baru, Target Awal Tahun 2021 Dimulai

    Pemerintah sedang mematangkan segala perencanaan Persiapan, Pemindahan dan Pembangunan Ibukota baru. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordi Selengkapnya

    Menhub Bicara Pentingnya Pengembangan Sistem Angkutan Massal di Kawasan Perkotaan

    Pengembangan sistem transportasi sangat penting dilakukan untuk melayani konektivitas di kawasan perkotaan. Menurut Menteri Perhubungan Budi Selengkapnya

    Menko Polhukam Tegaskan Akan Laksanakan Deradikalisasi

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD tegaskan akan melaksanakan deradikalisasi sesuai dengan arahan Presiden Re Selengkapnya

    BPIP Berikan Apresiasi Prestasi Pancasila 2019 Untuk 74 Orang

    Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar Konser Kebangsaan “Apresiasi Prestasi Pancasila Tahun 2019,” yang dilaksanakan di De Selengkapnya