FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    23 07-2019

    236

    Indonesia Development Forum 2019: Gali Inovasi Pemanfaatan Peluang Kerja Inklusif Masa Depan

    KategoriArtikel GPR | mth

    JAKARTA – Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI) kembali menggelar program tahunan terbesar untuk ketiga kalinya, Indonesia Development Forum (IDF) 2019 pada 22-23 Juli 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Forum dua hari ini menjadi wadah bagi praktisi pembangunan di sektor publik, swasta, dan nirlaba untuk bertemu, bertukar gagasan, dan mencari solusi guna atasi tantangan pembangunan Indonesia. Tahun ini, IDF 2019 mengangkat tema Mission Possible: Memanfaatkan Peluang Pekerjaan Masa Depan untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif” dan menghadirkan lebih dari 250 pembicara nasional dan internasional dengan latar belakang industri dan sektor yang beragam.

    Tema tahun ini sejalan dengan salah satu agenda prioritas Pemerintah Indonesia untuk beberapa tahun ke depan, yaitu pembangunan sumber daya manusia yang kompetitif dan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas melalui transformasi struktural dan perbaikan iklim investasi. Tema ini dipilih mengingat Indonesia akan segera memasuki masa puncak bonus demografi, dengan proyeksi jumlah penduduk usia produktif mencapai hingga 68 persen atau setara dengan 200 juta orang. Agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara, perlu disiapkan strategi dan perencanaan matang dalam meningkatkan produktivitas sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang pesat.

    Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa penting bagi Indonesia untuk menyusun strategi demi menyongsong persaingan pasar kerja global yang semakin kompetitif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat. “Tahun lalu, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,3 persen dan kita mampu menciptakan lapangan kerja bagi 2,98 juta orang serta menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 5,34 persen,” ujar beliau. “Human Development Index (HDI) Indonesia juga meningkat sebanyak 0,82 persen menjadi 71,39. Meski demikian, jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, kualitas sumber daya manusia Indonesia menurut data HDI masih berada di peringkat menengah.”

    Ada delapan sub tema IDF 2019 yang akan menjadi pokok bahasan pada forum tahun ini, yaitu: (1) Mempercepat Transformasi Struktural; (2) Reformasi Sistem Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (TVET) untuk Pekerjaan Masa Depan; (3) Menciptakan Peluang Kerja yang Inklusif; (4) Memperbaiki Iklim Investasi untuk Penciptaan Lapangan Kerja; (5) Mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang Berdaya Saing Global; (6) Membina Para Pelaku Usaha Sosial; (7) Mengembangkan Talenta dan Pasar Lokal; dan (8) Meningkatkan Kualitas Modal Manusia. IDF 2019 menggunakan pendekatan 4I, yaitu Inspire, Imagine, Innovate, dan Initiate, di mana semua partisipan dapat berperan aktif dalam menyampaikan masukannya terkait ide pekerjaan masa depan kepada Kementerian PPN/Bappenas. 

    Mewakili Pemerintah Australia, Duta Besar untuk Indonesia Gary Quinlan menegaskan bahwa salah satu target utama kerja sama Australia-Indonesia adalah untuk menurunkan tingkat ketidaksetaraan melalui reformasi kebijakan agar pertumbuhan ekonomi yang stabil dapat tercapai. “Australia terus berkomitmen dan sangat senang dapat mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan fleksibilitas dan inklusivitas tenaga kerja agar dapat terus bersaing di tingkat global, serta beradaptasi dengan perubahan pola kerja yang cepat,” ujar Gary. “Kami harap dukungan kami terhadap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi pembentukan kebijakan berbasis bukti demi angkatan kerja Indonesia yang lebih maju.”

    Untuk menjaring ide dan gagasan dari berbagai lapisan masyarakat, sejak awal tahun, Kementerian PPN/Bappenas menggelar serangkaian Road to IDF di berbagai kota di Indonesia, antara lain di Batam, Semarang, Sorong, Kupang, dan Jakarta. Untuk pertama kalinya, IDF 2019 juga akan menghadirkan provinsi percontohan untuk berbagi mengenai praktik-praktik terbaik pembangunan di daerah tersebut. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dipilih untuk mengisi sesi khusus ini karena dinilai berhasil dalam menduduki posisi kedua terendah dalam Tingkat Pengangguran Terbuka secara nasional selama dua tahun berturut-turut, yakni 2017 dan 2018. 

    Sesi ini juga akan menggali tantangan pembangunan di NTT serta gagasan-gagasan untuk penciptaan lapangan kerja yang produktif di masa depan demi kesejahteraan masyarakat di provinsi ini. Selain itu, tahun ini juga diinisiasi IDEA Space (IDEAS), wadah bagi para pelaku start-up, termasuk investor dan inkubator, untuk berjejaring sekaligus memberikan masukan kepada Pemerintah Indonesia terkait peluang-peluang kerja di masa depan. Ada lebih dari 75 start-up pemula dan menengah serta 15 start-up sukses yang akan membagikan pengalaman dengan start-up pemula dan peserta lainnya. Gagasan dan inovasi yang dikumpulkan ini akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti untuk memanfaatkan peluang pekerjaan masa depan.

    Berita Terkait

    Geopark Indonesia Mendunia: Implementasi Sustainable Development Goals melalui Pengembangan Geopark

    Geopark adalah sebuah wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilai tinggi, termasuk di dalamnya k Selengkapnya

    Indonesia Development Forum 2018: Terobosan dalam Mengatasi Kesenjangan Tingkat Regional

    Selengkapnya

    Asia Pacific Leaders Forum on Open Government 2017: Keterbukaan Pemerintah untuk Pembangunan yang Inklusif

    Sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mewujudkan keterbukaan pemerintah, Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Luar Negeri serta K Selengkapnya

    Indonesia Development Forum: Memerangi Ketimpangan untuk Pertumbuhan yang Lebih Baik

    Selengkapnya