FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    08 10-2019

    344

    Presiden: Singapura Pahami Keinginan Indonesia Awasi Wilayah Udara Sendiri

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Singapura, Kominfo - Presiden Joko Widodo mengemukakan, Indonesia menerima kerangka kerja untuk negosiasi Flight Information Region (FIR) yang disepakati oleh Indonesia dan Singapura. “Indonesia menghormati posisi Singapura yang memahami keinginan Indonesia untuk mengawasi wilayah udara kami sendiri,” kata Presiden dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, di Yusof Ishak Room, The Istana, Selasa (8/10/2019) siang.

    Tim Teknis Indonesia, jelas Presiden, telah memulai negosiasi. “Kami mendorong negosiasi secara cepat untuk mencapai hasil yang kongkrit,” ujarnya.

    Sebelumnya pada awal konperensi pers itu, Presiden mengaku merasa terhormat dalam pertemuan kembali dengan PM Singapura Lee Hsien Loong. “Dalam pertemuan saat ini, kami berdua memperkuat komitmen kami untuk terus melanjutkan hubungan yang kuat antara kedua negara,” jelas Presiden.

    Selain itu, lanjut Presiden, Indonesia dan Singapura juga sepakat untuk memperpanjang pengaturan manajemen likuiditas bilateral atau perjanjian REPO. Presiden juga menyambut tindak lanjut dari pertemuan kepala negara tahun lalu termasuk meningkatnya investasi di Kendal Industrial Park, pengembangan Nongsa Digital Park, dan dukungan pengembangan ekonomi Singapura untuk pembukaan operasi megatron di Batam.

    “Kami juga sepakat untuk mendorong finalisasi yang cepat untuk ratifikasi investasi bilateral yang ditandatangani tahun lalu. Dengan infrastruktur, Indonesia menawarkan Singapura untuk membiayai pembangunan beberapa proyek infrastruktur di Makassar, proyek lintasan kereta api di Pare-Pare, lapangan udara di Labuan Bajo,” sambung Presiden.

    Indonesia dan Singapura, lanjut Presiden, juga sepakat untuk memperkuat kerjasama dalam pendidikan kejuruan (vokasi) yang beroperasi di Politeknik Kendal, pelatihan untuk pemagang dan penggalangan dana inisiasi. “Yang terakhir, pada digital ekonomi kita sepakat untuk meningkatkan kerjasama pada ecommerce, fintech, beta service, pengembangan dari teknopark dan inovasi regional,” sambung Presiden.

    Berita Terkait

    Tingkatkan Kerja Sama Teknologi, Indonesia Bisa Belajar dari Korea

    Indonesia dan Korea memiliki hubungan yang erat. Sejarah mencatat, kedatangan warga Korea ke Indonesia terjadi sebelum kemerdekaan dan beber Selengkapnya

    Perlu Upaya Bersama Kendaikan Covid-19 dalam Pilkada Serentak

    Jelang penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mene Selengkapnya

    Jaga Kerukunan Bangsa, Pahami Nilai-nilai Agama dan Pancasila secara Menyeluruh

    Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara yang telah menjadi kesepakatan para pendiri bangsa. Namun pada implementasinya, keragaman suku Selengkapnya

    Miliki banyak Potensi, Pemerintah Kembangkan Industri Ramah Energi

    Dalam GMIS 2020 yang dilaksanakan oleh Uni Emirat Arab dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) dan dihadiri oleh lebi Selengkapnya