FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    10 12-2019

    266

    Presiden: Kartu Pra Kerja Bukan Program Menggaji Pengangguran

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Presiden Jokowi memimpin Ratas tentang Akselerasi Implementasi Program Siap Kerja dan Perlindungan Sosial, di Kantor Presiden,Jakarta, Selasa (10/12) siang. - (Setkab)

    Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo menegaskan, implementasi program Kartu Pra Kerja bukanlah menggaji pengangguran. Tetapi merupakan bantuan biaya pelatihan vokasi untuk para pencari kerja yang berusia 18 tahun ke atas.

    “Sekali lagi, bukan menggaji pengangguran. Ini penting saya sampaikan karena muncul narasi seolah-olah pemerintah akan menggaji pengangguran. Tidak, itu keliru,” kata Presiden  saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Akselerasi Implementasi Program Siap Kerja dan Perlindungan Sosial, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/12/2019) siang.

    Menurut Presiden, kartu Pra Kerja merupakan bantuan biaya pelatihan vokasi untuk para pencari kerja yang berusia 18 tahun ke atas, dan tidak sedang dalam pendidikan formal. Atau juga untuk para pekerja aktif dan pekerja yang terkena PHK yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

    Presiden menjelaskan, fokus pemerintah dalam Kartu Pra Kerja ada dua. Yang pertama, mempersiapkan angkatan kerja dan terserap untuk bekerja atau menjadi entrepreneur. Kemudian yang kedua, meningkatkan keterampilan para pekerja dan korban PHK melalui rescaling dan upscaling agar semakin produktif dan berdaya saing.

    Dalam Ratas tersebut, Presiden ingin mendapatkan laporan mengenai persiapan detil implementasi terutama soal pembentukan project management office (PMO) yang akan mengelola program Kartu Pra Kerja itu.  Kemudian juga kesiapan platform sistem digital dan alur bisnis prosesnya seperti apa.

    Dan yang ketiga kesiapan lembaga pelatihan dan rancangan skema pencairan dana untuk pembayarannya.

    Turut hadir dalam Ratas kali ini Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, KSP Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, Mendag Agus Suparmanto, Mentan Syahrul Yasin Limpo, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menaker Ida Fauziyah.

    Selain itu, hadir pula Mensos Juliari P Batubara, Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki, Kepala BPS Suhariyanto, Menkominfo Jhonny G. Plate, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Mendikbud Nadiem Makarim, Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Plt. Kepala BNP2 TKI Tatang Budie Utama Razak, Plt. Kepala BPKP Kuswono Soeseno, dan para pejabat eselon 1 di lingkungan Lembaga Kepresidenan.

    Berita Terkait

    Bersama Warga, Presiden Hijaukan Desa Jatisari, Wonogiri dengan Sistem Agroforestry

    Presiden Joko Widodo menamam tanaman bersama kurang lebih 1.000 warga dalam rangkaian acara Penghijauan Desa Jatisari dengan sistem Agrofore Selengkapnya

    Presiden: Sudah Saatnya Perhatikan Ekosistem Flora dan Fauna serta Reboisasi

    Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa saat ini bahwa sekarang saatnya memulai hal-hal yang berkaitan dengan ekosistem satwa, flora-fauna, Selengkapnya

    Presiden Minta Kemudahan Berusaha Indonesia Naik ke Peringkat 40

    Presiden Joko Widodo menginginkan ada akselerasi peningkatan peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business dari posisi 74 menjadi Selengkapnya

    Presiden: Kerja Sama Bilateral RI-Australia Lebih Baik dan Terarah

    Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kunjungan kali ini menandai era baru hubungan Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Australia dan r Selengkapnya