FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    06 02-2020

    286

    Kominfo - Komisi I DPR RI Bahas Dua Program Prioritas Konektivitas Telekomunikasi Nasional

    Kategori Berita Kementerian | mth
    Menteri Kominfo Johnny G. Plate beserta pejabat eselon I mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR RI. Rapat kerja yang berlangsung di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (05/02/2020) kemarin. - (AYH)

    Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate beserta pejabat eselon I mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR RI. Rapat kerja yang berlangsung di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (05/02/2020) kemarin, dibahas Program Prioritas sektor komunikasi dan informatika nasional. Ada dua program yaitu perkembangan Pembangunan Satelit Indonesia Raya (Satria) serta Target Indonesia Merdeka Sinyal 2020.

    Menteri Kominfo menyebutkan Satelit multifungsi yang akan diluncurkan ke slot orbit tahun 2022, memiliki dapat membantu pemerataan akses jaringan komunikasi dan internet broadband di seluruh Nusantara. 

    "Saat ini masih ada 150.000 titik yang tidak dapat akses internet cepat. Menurutnya jaringan internet cepat sekarang ini masih menggunakan serat optik namun serat optik tidak tenjangkau ke titik tersebut," kata Menteri Johnny saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI  

    Menteri Johnny merinci pemanfaatan Satria untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, pemeritahan daerah, layanan kesehatan dan keamanan. "Satria ini diproyeksikan akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan daerah, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik," jelasnya.

    Menurut Menteri Kominfo Satria ini dibangun oleh PT. Satelit Nusantara 3 dengan pembiayaan sebesar Rp6,4 Triliun. "Dana sebesar itu, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, di mana satelit itu memiliki kapasitas 150 gigabita perdetik dan kapasitas enam kali lipat dari satelit yang sudah ada di Indonesia," tambahnya. 

    Dengan kapasitas yang besar Menteri Johnny menargetkan bisa membantu kantor pemerintah dan wilayah yang keberadaan sinyal sulit. "Satelit ini, akan digunakan untuk wilayah blankspot di Indonesia," tandasnya. 

     

    Target Merdeka Sinyal

    Dalam rapat kerja itu, Menteri Johnny G. Plate, meralat target Indonesia Merdeka Sinyal pada tahun 2020. "Pemerintah masih akan terus membangun infrastruktur telekomunikasi secara berkelanjutan. Hal ini diwujudkan dengan berbagai program pemerintah termasuk pembangunan BTS USO dan program Palapa Ring," ungkapnya. 

    Menurut Menteri Johnny, pemerintah memang sudah membangun infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah, mulai dari kota hingga kabupaten. Namun, bukan berarti tugas pemerintah untuk memerdekakan sinyal selesai pada tahun ini.

    "Saya tentu mengusulkan merdeka sinyal menjadi perjuangan bersama kita. Tahun 2020 yang membatasi satu kurun waktu kita hapus, sehingga menjadi relevan dengan semua usaha kita untuk memerdekakan sinyal tidak saja di kabupaten, tapi sampai di wilayah, di mana masyarakat itu ada secara berkelanjutan," jelasnya.

    Berita Terkait

    Dukung Visi Misi Presiden, Kominfo Bahas Program Prioritas

    Selengkapnya

    Kelola Informasi Covid-19, Pemerintah Buat Protokol Komunikasi Publik

    Pemerintah telah membuat protokol komunikasi publik yang memberikan informasi penting di berbagai kanal informasi, berkaitan dengan upaya-up Selengkapnya

    Kominfo Connect 2020, Satukan Visi Dukung Program Prioritas Pemerintah

    Pertemuan akbar tahunan sivitas Kementerian Komunikasi dan Informatika digelar untuk meningkatkan kerja sama untuk menjalankan tugas kemente Selengkapnya

    Kominfo dan BUMN Tingkatkan Konektivitas Internet di 5 Destinasi Super Prioritas

    Koordinasi dan sinergitas menjadi perhatian utama pemerintah dalam pengembangan pariwisata pada 5 Destinasi Super Prioritas. Menteri Komuni Selengkapnya