FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    20 03-2020

    569

    Tiga Prioritas Kerja Pemerintah Hadapi Tantangan Pandemi Covid-19

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Pekerja menyelesaikan produksi radio yang terbuat dari limbah kayu di Gunung Batu, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, Sektor usaha mikro kecil menengah akan didorong untuk bisa menjadi kekuatan penyangga ekonomi nasional yang mulai tertekan oleh wabah COVID-19 karena dinilai mampu menyerap tenaga kerja, substitusi produk, dan menjadi momentum agar masyarakat membeli dan memakai produk UMKM. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Penyebaran virus korona yang kini menjadi pandemi global tak hanya berisiko terhadap kesehatan masyarakat dunia, tapi juga berimplikasi bagi perekonomian global.

    Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya akan berada di kisaran 1,5 persen dari sebelumnya sebesar kurang lebih 3 persen. Demikian halnya dengan Indonesia yang juga diprediksi akan mengalami penurunan oleh karena pandemi global ini.

    “Tantangan ini harus kita hadapi dan harus kita jawab!” kata Presiden dalam arahannya saat menggelar rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (20/03/2020).

    Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan jajarannya untuk memangkas rencana belanja yang dianggap tidak prioritas di saat sekarang ini baik yang ada di APBN maupun APBD. Selain itu, Kepala Negara juga meminta realokasi APBN dan APBD tersebut untuk tiga kegiatan prioritas pemerintah di tengah wabah virus korona.

    “Yaitu yang pertama di bidang kesehatan, terutama dalam upaya pengendalian Covid-19. Yang kedua, social safety net, atau bantuan sosial. Yang ketiga, yang berkaitan dengan insentif ekonomi bagi pelaku usaha dan UMKM sehingga mereka bisa tetap berproduksi dan terhindar dari terjadinya PHK,” ujarnya.

    Adapun belanja anggaran berupa perjalanan dinas, belanja rapat, dan pembelian barang-barang yang tidak prioritas dimintanya ditangguhkan terlebih dahulu. Instruksi tersebut berlaku untuk seluruh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.

    “Daya beli masyarakat betul-betul harus menjadi perhatian kita terutama rakyat kecil. Arahkan anggaran itu ke sana,” imbuhnya.

    Terkait dengan kebijakan bantuan sosial pemerintah, Presiden Joko Widodo menekankan kepada jajarannya agar kelanjutan dan pelaksanaan program-program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Sembako, dan Beras Sejahtera (Rastra) dapat dilakukan sedini mungkin.

    Hal yang sama juga berlaku bagi program rutin Dana Desa yang selain dimintanya untuk segera direalisasikan, juga diarahkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan padat karya tunai dan membantu penanganan Covid-19 di tingkat desa.

    “Perlu saya tekankan sekali lagi bahwa program padat karya tunai di semua kementerian dan lembaga harus diperbanyak. Satu-dua kementerian sudah mulai, tapi menurut saya perlu diperbanyak di semua kementerian lagi,” tandasnya.

    Berita Terkait

    Penyesuaian Sistem Kerja ASN Selama Tatanan Normal Baru

    Sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) turut beradaptasi sesuai dengan regulasi yang mengatur tentang tatanan normal baru bagi ASN. Penyes Selengkapnya

    Jawab Tantangan Zaman, Pemerintah Siapkan Peta Jalan Pendidikan

    Sistem pendidikan nasional harus mampu mengantisipasi perubahan-perubahan besar yang terjadi dewasa ini dan menyesuaikan cara bekerja di mas Selengkapnya

    Pancasila Jadi Penggerak dan Pemersatu Bangsa dalam Hadapi Tantangan dan Ujian

    Tema “Pancasila dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju” menjadi sangat relevan dengan situasi dan kondisi di tengah Selengkapnya

    Pemerintah Restui 102 Wilayah Laksanakan Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19

    Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang pada Selengkapnya