FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    09 11-2020

    168

    Cerita Dua Pelaku UMKM Penerima BPUM

    Kategori Berita Pemerintahan | Yusuf
    Suwanti pengusaha UMKM kerajinan tangan (tengah) dan Iis Suminar, pengusaha UMKM kuliner pecel dan gado-gado (kanan) saat berbincang bersama Praktisi Media dan Komunikasi Mochamad Achir (kiri), dalam acara Dialog Produktif bertema “Pejuang Ekonomi Garis Depan Wirausahawan Usaha Mikro”, yang diselenggarakan KPC PEN, dari Jakarta, Senin (09/11/2020).

    Jakarta, Kominfo – Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 melalui program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dengan nominal sebesar Rp2,4 juta untuk mempertahankan, bahkan mengembangkan usahanya.

    Program yang menyasar kepada 9 juta target penerima manfaat yakni, pengusaha mikro yang utamanya belum tersentuh layanan perbankan itu kini telah tersalurkan 100% pada bulan Oktober 2020 dengan dukungan dari Bank Himbara, Koperasi, Pemda, dan K/L melalui pendampingan. Pemerintah pun kini telah menambah jumlah pelaku usaha mikro penerima manfaat BPUM tersebut hingga total keseluruhannya menjadi 12 juta UMKM.

    Program yang dihadirkan pemerintah sejak Agustus 2020 lalu itu, turut dirasakan manfaatnya oleh Iis Suminar (pelaku usaha pecel karedok dan gado-gado). Menurut pengakuan Iis, dirinya bersyukur dengan adanya program BPUM ini, ia bisa mengembangkan usahanya dengan cara menambah meja tambahan dan memperlebar tempat usahanya.

    “Alhamdulillah setelah adanya bantuan (BPUM), saya bisa memperlebar tempat atau meja untuk usaha tambahan. Saya memanfaatkan sayur yang ibu saya jual agar tidak terbuang sia-sia,” ungkapnya saat menyampaikan rasa syukur mendapat bantuan tersebut pada acara Dialog Produktif bertema “Pejuang Ekonomi Garis Depan Wirausahawan Usaha Mikro”, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dari Jakarta, Senin (09/11/2020).

    Iis Suminar Dialog KPC PEN BPUM

     

    Tak hanya itu, bermodalkan bantuan yang pertama kali ia terima di bulan Oktober lalu tersebut, Iis menambahkan menu gorengan sebagai tambahan untuk melengkapi dagangannya. Sebagai seorang pedagang gado-gado, Iis menceritakan bahwa ia tidak pernah menggunakan ATM sebelumnya. Lantas, demi mendapatkan BPUM ini, dirinya memberanikan diri untuk menanyakan ke pihak desa dan berkunjung ke bank demi memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

    “Awalnya saya ragu untuk mendatangi bank. Namun, saya beranikan diri menanyakan ke security bank, perihal dana UMKM ini karena saya mendapat informasi ini pertama kali lewat media social,” ujarnya.

    Dalam perbincangan, Iis juga menyatakan, selain sebagai penerima BPUM, ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro. Menurutnya, bantuan stimulus usaha ini merupakan program dengan suku bunga 0% hingga 31 Desember 2020.

    “Dengan diberikan tambahan subsidi bunga KUR 6% sampai dengan 31 Desember 2020, dan 6% setelah 31 Desember 2020. Batas maksimum kreditnya adalah sebesar Rp10 juta,” jelasnya.

    Seperti Air Minum di Padang Pasir

    Tidak hanya Iis yang bersyukur dan berkembang usahanya setelah menerima bantuan tersebut. Adapula Suwanti, pengusaha kerajinan cindera mata berbahan dasar limbah, juga sangat merasakan efek positifnya. Ia mengakui, selama pandemi Covid-19, omset usahanya mengalami penurunan drastis. Terlebih dengan pelarangan diadakan pesta-pesta pernikahan di masa PSBB berlangsung beberapa waktu lalu, semakin menekan usahanya. Padahal kegiatan pesta adalah sumber utama pemasukannya.

    “Bantuan senilai Rp2,4 juta ini bagi saya seperti mendapatkan air minum di padang pasir,” ucap Suwanti.

    Suwanti Dialog KPC PEN BPUM

     

    Suwanti mengatakan, ia mendapatkan akses BPUM melalui informasi di grup UMKM yang telah diikutinya. Pada awalnya, Suwanti ragu akan informasi tersebut, namun tetap mengurus syarat-syaratnya di Pemda Bogor.

    “Kami mengajukan pada 20 September dan bantuan cair pada 25 September. Bantuan ditransfer langsung di rekening bank BRI saya”, jelasnya.

    Apresiasi Kepada Presiden

    Sama seperti Iis, Suwanti juga mendapatkan bantuan stimulus usaha KUR Super Mikro senilai Rp10 juta, yang ia manfaatkan untuk membeli meja kerja dan alat cat semprot. Tentu tidak ada artinya bantuan tanpa semangat untuk berjuang. Suwanti dan Iis tidak mau menyerah. Kegigihan membuat mereka mampu bertahan dengan dukungan dari Pemerintah.

    Secara khusus, Iis menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo pada kesempatan tersebut.

    “Saya berterima kasih kepada bapak Jokowi, usaha saya bisa terbantu, karena selama pandemi itu sempat menurun. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan itu semakin meningkat. Mudah-mudahan ke depannya jadi lebih baik dan lebih maju lagi,” tuturnya.

    Sementara Suwanti menyampaikan harapannya kepada masyarakat agar turut mendukung UMKM Indonesia untuk segera bangkit dan perekenomian pulih.

    “Untuk teman-teman semua, ayo menggunakan barang-barang produksi UMKM agar lebih maju ke depan. Kemudian, terima kasih kepada Bapak Jokowi yang telah memberikan dukungan untuk UMKM, kami-kami para pelaku UMKM sangat terbantu dengan bantuan seperti ini sehingga usaha kami bisa menggeliat lagi”, tutupnya. (hm.ys)

    Berita Terkait

    Apresiasi Semangat Pelaku UMKM Hadapi Pandemi Melalui Anugerah BBI 2020

    Selengkapnya

    Kebijakan Pemerintah Dukung UMKM Untuk Menggerakkan Ekonomi

    Pemerintah secara aktif melakukan berbagai upaya agar keseimbangan kesehatan dan ekonomi dapat membaik beriringan. Dalam memulihkan ekonomi, Selengkapnya

    Pesan Presiden Joko Widodo bagi Penerima Beasiswa LPDP

    Kesempatan untuk menempuh pendidikan melalui beasiswa LPDP hendaknya juga dijadikan sarana untuk memperkokoh rasa kebangsaan, kemanusiaan, d Selengkapnya

    UU Cipta Kerja Tak Kurangi Kewenangan Daerah

    Perizinan berusaha dan pengawasannya tetap dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan norma, standar, prosedur dan kriteria yang ditetap Selengkapnya