FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    04 12-2020

    229

    Ahli Epidemiologi: Sembari Menunggu Vaksin, Masyarakat Harus Disiplin Terapkan Prokes 3M

    Kategori Berita Pemerintahan | Yusuf
    Ahli Epidemiologi FKM UI, Syahrizal Syarif (tengah) dan Pengusaha Travel Theodorus Jodimarlo (kanan), saat Dialog Produktif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bertajuk "Vaksin+3M: Jurus Ampuh Lawan COVID-19" yang disiarkan secara Live melalui akun youtube Lawan Covid19 ID, Jakarta, Kamis (03/12/2020).

    Jakarta, Kominfo – Pemerintah terus berupaya untuk menjaga kesehatan masyarakat dan secepatnya mendatangkan vaksin Covid-19. Namun demikian, menurut pendapat berbagai ahli di bidang kesehatan, masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci Tangan, Menjaga jarak).

    Ahli Epidemiologi FKM UI, Syahrizal Syarif menyatakan pemerintah dan masyarakat perlu bahu membahu untuk mencegah penularan Covid-19 agar tidak meluas dan terkendali.

    Hal itu disampaikanya dalam acara Dialog Produktif bertema Vaksin+3M: Jurus Ampuh Lawan covid-19 yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) secara virtual, dari Jakarta, Kamis (03/12/2020).

    Fahrizal menerangkan, dalam pengamatannya pada Mei 2020, sudah ada 80% negara-negara yang wabahnya dalam kondisi terkendali dan 20% fluktuatif. Namun, pada hari ini angkanya berbeda, kondisi wabah fluktuatif menjadi 64%.

    “Artinya bukan Indonesia saja tapi dunia pun sedang fluktuatif. Saya kira vaksin-vaksin yang sudah melakukan uji klinik fase III ini merupakan berita baik, karena memberikan harapan agar kita bisa keluar atau paling tidak berada dalam situasi covid-19 ini tidak jadi masalah bagi kesehatan masyarakat," kata Syahrizal.

    Dari sisi kesehatan masyarakat, Syahrizal menilai bahwa vaksin merupakan intervensi kesehatan terbaik di abad ke-20. Menurutnya, dari semua intervensi kesehatan, vaksin terbukti mampu menurunkan angka kematian dan kesakitan.

    “Saya kira perlu untuk meyakinkan masyarakat agar menerima vaksin Covid-19, ini tidak mudah sehingga perlu contoh dari tokoh-tokoh masyarakat,” ujarnya.

    Selain itu, dalam situasi menunggu vaksin, seluruh warga negara Indonesia tetap perlu untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M.

    “Bahkan, nanti setelah masyarakat mendapatkan vaksin sekalipun karena vaksin ini pasti pemberiannya bertahap, munculnya kekebalan kelompok di masyarakat juga bertahap,” ungkapnya.

    Mengutip survei dari UNICEF bersama AC Nielsen pada 6 kota besar di Indonesia beberapa waktu lalu, menunjukkan perilaku menjaga jarak kerap terabaikan. Protokol kesehatan kerap diabaikan oleh masyarakat, terutama dalam menjalankan 3M sebagai satu paket lengkap.

    Hasil survei tersebut menunjukkan perilaku jaga jarak (47%) lebih rendah daripada memakai masker (71%) dan mencuci tangan (72%). Apabila perilaku ini bisa konsisten dilakukan masyarakat, maka diyakini akan menekan rantai penularan Covid-19 secara signifikan. Kedatangan vaksin akan menjadi pelengkap bagi proteksi kesehatan masyarakat yang paripurna.

    Lebih lanjut, senada dengan pernyataan Syahrial menyoal manfaat vaksin, Pengusaha Travel Theodorus Jodimarlo menilai hal ini merupakan berita baik bagi semua orang. Ia mengungkapkan, usahanya terdampak secara ekonomi dan dengan adaya vaksin, ia berharap ekonomi bisa kembali pulih.

    "Kami khususnya di dunia pariwisata sudah cukup menderita, hampir lebih dari 9 bulan lamanya tidak ada pemasukan. Vaksin jadi angin segar bagi kami karena industri pariwisata yang paling pertama terdampak dan yang paling terakhir sembuh," ucapnya.

    Dalam diskusi tersebut, Theodorus berpesan kepada masyarakat agar tetap produktif seraya menunggu program vaksinasi.

    “Meski tidak menjalani aktivitas seperti biasanya namun setidaknya ada hal baru yang bisa dipelajari. Tentunya kita dukung program pemerintah agar nanti saat kita bisa keluar seperti dulu lagi, kita bisa keluar dengan lega tanpa ketakutan lagi," tandasnya. (hm.ys)

    Berita Terkait

    Terbitkan Edaran, Menpan: Penegakan Disiplin Bagi ASN Terus Dilakukan

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa penegakan disiplin bagi aparatur sipil Selengkapnya

    Pemerintah Terus Dorong Masyarakat Disiplin Terapkan 3M untuk Tekan Angka Kasus Covid-19

    Pemerintah melakukan sejumlah hal seperti meningkatkan pembatasan kegiatan masyarakat pada tanggal 11-25 Januari 2021. Selengkapnya

    Presiden: Vaksinasi Menunggu Izin Penggunaan Darurat BPOM dan Fatwa MUI

    Pemerintah ingin memastikan agar vaksin yang nantinya disuntikkan kepada penerima memang betul-betul aman dan dapat diterima masyarakat Selengkapnya

    Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk Tekan Penularan Covid-19

    Pemerintah telah mengumumkan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali mulai 11 s.d. 25 Januari 2021. Hal ini dilakukan se Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA