FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    22 01-2016

    12829

    Proyek Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring

    SIARAN PERS NO. 12/PIH/KOMINFO/1/2016
    Kategori Siaran Pers

    Jakarta, 22 Januari 2016 - Sehubungan dengan penyelenggaraan Proyek Palapa Ring, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan hal-hal terkait kemajuan sebagai berikut:

    1. Proyek Palapa Ring adalah proyek pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional yang ditujukan demi pemerataan akses pitalebar (broadband) di Indonesia.
    2. Ruang lingkup Proyek Palapa Ring adalah sebagai berikut:

    a.      Melayani daerah non-financially feasible (tidak layak secara bisnis/keuangan);

    b.      Pemerintah berperan menyediakan penjaminan;

    c.      Distruktur sebagai PPP/Kerjasama Pemerintah Badan Usaha; dan

    d.      Merupakan proyek PPP pertama di sektor telekomunikasi.

    1. Proyek Palapa Ring melayani 57 kabupaten/kota di Indonesia, terbagi menjadi:

    a.    Paket Barat menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 km;

    b.     Paket Tengah menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km; dan

    c.     Paket Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua, (sampai dengan pedalaman Papua) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 6.300 km.

    1. Target penyelesaian Proyek Palapa Ring pada akhir tahun 2018. Pada 1 Januari 2019 mulai beroperasi sepenuhnya.
    2. Pengumuman Pemenang Lelang untuk masing-masing Paket sebagai berikut:

    a.      Paket Barat dimenangkan oleh Konsorsium Mora Telematika Indonesia – Ketrosden Triasmitra;

    Konsorsium Moratel – Triasmitra (BARAT):

    1.

    PT. Moratelematika Indonesia  90%

    2.

    PT. Ketrosden Triasmitra  10%

     

    b.      Paket Tengah dimenangkan oleh Konsorsium Pandawa Lima;

    Konsorsium Pandawa Lima (TENGAH):

    1.

    PT LEN (Ketua Konsorsium)  → 51%

    2.

    PT Teknologi Riset Global Investama (TRG)  → 34%

    3.

    PT Sufia Technologies5%

    4.

    PT Bina Nusantara Perkasa (BNP)  → 5%

    5.

    PT Multi Kontrol Nusantara  → 5%

     

    c.      Paket Timur ditunda dan perlu dilakukan penyiapan ulang karena kompleksitas profil medan di wilayah Timur.

     

     

    ***

     

     

     

    Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo (Ismail Cawidu, Email:ismail.cawidu@kominfo.go.id, Hp: 081111-5-2727, Tel/Fax: 021-3504024)

    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 376/HM/KOMINFO/10/2021 tentang TKDN Perangkat 4G dan 5G Naik 35%, Menkominfo: Tumbuhkan Industri Dalam Negeri

    Pemerintah menetapkan pemenuhan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) naik menjadi 35% untuk Perangkat Subscriber Station 4G dan 5G Selengkapnya

    Siaran Pers No. 375/HM/KOMINFO/10/2021 tentang Terima Usulan Jurnalisme Berkualitas, Menkominfo: Penting Jaga Koeksistensi Media

    Menkominfo mengapresiasi usulan Dewan Pers dan komunitas media untuk mengatur hubungan antara media massa, publisher dan platform digital se Selengkapnya

    Siaran Pers No. 374/HM/KOMINFO/10/2021 tentang Jadi Tulang Punggung Transformasi Digital, Menteri Johnny: Kominfo Perkuat Monitoring SFR

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan spektrum frekuensi radio menjadi tulang punggung transformasi digital. Oleh ka Selengkapnya

    Siaran Pers No. 373/HM/KOMINFO/10/2021 tentang Dukung Transformasi Digital ASEAN, Menkominfo: Indonesia Tekankan 4 Pandangan

    Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan Pemerintah Indonesia menekankan empat pandangan guna mempercepat transformasi digital untuk mewujudkan Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA