FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 04-2018

    883

    Hingga 2020, Bisnis E-commerce Indonesia Diprediksi Capai Rp 1.800 T

    KategoriSorotan Media | daon001

    Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menginisiasi roadmap industri logistik dengan mengadakan seminar nasional tentang kontribusi industri logistik yang akan diselenggarakan di Hotel Borobudur, 14 Mei 2018.

    Sebagaimana diketahui hasil kajian EY bekerja sama dengan Kemenko Perekonomian dalam studi roadmap e-commerce Indonesia bahwa bisnis e-commerce di Indonesia diperkirakan bakal tumbuh 10 kali lipat di 2020. Pada 2020 nanti, nilai perdagangan daring akan mencapai USD 130 miliar atau Rp 1.800 triliun.

    Direktur Pos Direktorat Jenderal PPI (Penyelenggaraan Pos dan Informatika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ikhsan Baidirus, mengatakan perkembangan ini tentu menjadi peluang besar bagi sektor usaha logistik. Mengingat perkembangan e-commerce amat membutuhkan sokongan sistem distribusi yang andal.

    "Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur, jalan, pelabuhan, juga bandara yang akan mendukung lancarnya arus pergerakan logistik ke depan," ungkapnya di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Jakarta, Selasa (17/4).

    Selain itu, pemerintah, melalui Kementerian Kominfo juga mendorong percepatan pembangunan broadband 4G di seluruh Indonesia. Namun, tantangan yang dihadapi juga tak sedikit.

    Salah satunya peringkat Indonesia berdasarkan Logistic Performance Index yang turun ke urutan 63 pada 2016. Padahal, di 2014, Indonesia ada di urutan 43.

    Karena itu, kata Ikhsan, Kementerian Kominfo tengah mempersiapkan sebuah forum diskusi berupa seminar nasional yang khusus berbicara soal masa depan usaha logistik Indonesia. "Tujuan seminar untuk mengetahui kesiapan industri logistik e-commerce serta mengenali juga menemukan peluang industri logistik di era logistik," kata dia.

    Diharapkan dengan adanya seminar tersebut, dapat ditemukan solusi dari hambatan dalam pengembangan bisnis logistik. Selain itu, diharapkan dapat mendorong pelaku bisnis logistik untuk lebih berani mengambil kesempatan dalam bisnis logistik ini.

    "Seminar akan diadakan di Hotel Borobudur (Jakarta), pada tanggal 14 Mei 2018. Kita akan mengajak semua stakeholder yang terkait baik dari pemerintah, pelaku usaha logistik, dan pelaku usaha e-commerce," tandasnya.

    Sebagai informasi, Seminar nasional tersebut menghadirkan Keynote Speech, Chief Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika RI serta menghadirkan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, CEO Gojek Nadiem Makarim, Ketua Asperindo M Feriadi, Dirut PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono dan Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia Niki Santo Luhur.

     

    sumber : Industry co.id

     

     

     

     

     

     

     

     

    Berita Terkait

    Bebas Stunting, Kunci Generasi Indonesia Mendatang

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia menyelenggarakan Forum S Selengkapnya

    Regulasi IoT di Indonesia Dijanjikan Rampung Tahun Ini

    Memasuki era Internet of Thing (IoT), Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menyiapkan playing ground. Kominfo berjanji untuk menyedia Selengkapnya

    Kominfo: Potensi Industri Aplikasi Capai Rp1.734 Triliun pada 2020

    MANADO - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menggelar kegiatan flash desain dengan bekerjasama Tim Komunikasi Presiden Selengkapnya

    Kemkominfo: Pertumbuhan e-Commerce Indonesia Capai 78 Persen

    Skalanews - Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary menyatakan p Selengkapnya