FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    02 01-2019

    2033

    Layanan Bolt disetop oleh Kementerian Kominfo

    KategoriSorotan Media | Diani Hutabarat

    JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informasi resmi mengakhiri penggunaan pita frekuensi 2,3 GHz operator modem Bolt, yakni PT Internux dan PT First Media Tbk (KLBV) efektif per hari ini. 

    Kemudian pada para pelanggan jasa telekomunikasi ini, kedua perusahaan diminta untuk menyiapkan gerai pelayanan pengembalian pulsa. Penghentian ini juga dilayangkan ke PT Jasnita Telekomindo. 

    Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia / Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ismail mengatakan pengakhiran izin penggunaan pita frekuensi ini dikarenakan ketiga perusahaan tersebut tidak bisa membayar tunggakan yang diberikan pemerintah. 

    "Khusus pada Internux dan First Media, harus shutdown core radio Network Operation Center (NOC) agar tidak lagi dapat melayani pelanggan dengan 2,3 GHz per hari ini," kata Ismail, Jumat (28/12). 

    Mengingatkan, utang Internux yang tertunggak sejak 2016 hingga 2018 kepada Kominfo mencapai Rp 463 miliar. Perusahaan ini sendiri merupakan anak usaha First Media, bagian dari korporasi Grup Lippo yang memegang modem merk Bolt. Sedangkan utang First Media senilai Rp 490 miliar. 

    Penghentian ini menurut Ismail dilakukan melalui surat Keputusan Menteri Kominfo Nomor 1012 Tahun 2018 tentang Pencabutan Izin Pita Frekuensi Radio untuk Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packet Switched yang Menggunakan Pita Frekuensi Radio 2,3 Ghz untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) PT. Internux. 

    Sementara untuk PT First Media, Tbk dituangkan dalam Keputusan Nomor 1011 Tahun 2018. Pengakhiran ini menurut Ismail tetap tidak akan menghapuskan kewajiban perusahaan dari membayar kewajibannya ke pemerintah dan pelanggan. 

    "Proses penangguhan tunggakan kami limpahkan ke Kemenkeu sesuai peraturan UU yang berlaku," kata Ismail. Sedangkan pada pelanggan, kedua perusahaan diminta menyiapkan gerai informasi dan pengembalian pulsa.

    Sumber berita: www.kontan.co.id (30/12/2018)

    Pewarta: Cheppy A. Muchlis

    Berita Terkait

    Ajak Pelajar dan Stakeholder, Kementerian Kominfo Kampanye Cegah Stunting

    Pencegahan gagal tumbuh pada anak atau stunting harus dilakukan secara terpadu oleh beberapa kementerian. Langkah untuk meningkatkan kualita Selengkapnya

    Tingkatkan Skill Generasi Milenial, Kementerian Kominfo Gelar Bimtek SKKNI

    Dalam rangka memberikan bekal peengetahuan dan skill di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi generasi muda calon tenaga kerj Selengkapnya

    3 Hari Usai Pemilu, Kementerian Kominfo Temukan 64 Hoax

    Temuan jumlah berita bohong atau hoax usai pemilu 2019 disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Mesin pengais milik Kemenkom Selengkapnya

    Layanan Kesehatan dan Kemajuan Teknologi Digital

    Selengkapnya