FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    22 06-2019

    346

    Penerimaan Tumbuh 6,2%, Menkeu: Hingga Mei, Realisasi APBN Masih Relatif Baik

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) berbincang dengan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (kiri), Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Luky Alfirman (kedua kanan) dan Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani (kanan) saat akan menggelar konferensi pers APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/6/2019). Realisasi defisit APBN hingga Mei 2019 mencapai Rp127,45 triliun atau sekitar 0,79 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, hingga akhir Mei 2019, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih relatif baik. Angka PMI (Purchasing Managers Index) masih di atas 50 dan penerimaan negara tumbuh sebesar 6,2% atau sebesar Rp728,5 triliun.

    “Kalau dilihat dari aktivitas ekonomi, ada beberapa indikator yang menunjukkan ekonomi berjalan cukup baik. Ini terlihat dari  PMI (Purchasing Managers Index/Indeks Manajer Pembelian) Indonesia 51,6. Angka di atas 50 itu berarti masih ekspansi. Jadi ada kenaikan yang cukup signifikan dari sisi produksi, terutama manufaktur,” kata Menkeu dalam konferensi pers APBN KiTa (Kinerja dan Fakta), di Aula Djuanda gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

    Untuk konsumsi, lanjut Menkeu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik 128,2. Indeks tendensi bisnis juga positif. Secara umum, pelaksanaan APBN hingga 31 Mei 2019 adalah cukup baik. Sementara dari sisi penerimaan negara, tumbuh sebesar 6,2% atau sebesar Rp728,5 triliun, lebih tinggi dari bulan sebelumnya (mtm).

    “Dari penerimaan negara, pertumbuhan penerimaan negara adalah 6,2%. Ini lebih baik dibandingkan bulan April sebesar 0,5%. Dari penerimaan perpajakan pertumbuhan sebesar 5,7%. Ini juga lebih baik dibandingkan bulan April yang lalu pertumbuhannya 4,7%. Jadi ada strong momentum. Untuk PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) pertumbuhannya sebesar 8,6%. Ini juga membaik dibandingkan bulan April yang mengalami kontraksi atau negative growth 14,8%,” jelas Menkeu.

    Sementara dari sisi belanja negara, Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, terdapat peningkatan yang cukup signifikan karena alokasi bantuan sosial yang meningkat dibanding 2018. “Untuk belanja negara, penyerapan sampai akhir Mei tumbuh dibanding tahun lalu sebesar 9,8%,” ujarnya.

    Adapun angka realisasi defisit hingga Mei, menurut Menkeu, sebesar negatif 0,79 terhadap PDB. Sedangkan keseimbangan primer mendekati 0 atau defisit sebesar Rp0,4 triliun. Posisi utang pemerintah masih di level 29,72% dari PDB.

    Berita Terkait

    Pemerintah Dorong Digitalisasi UMKM Kelautan dan Perikanan

    Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kelautan dan perikanan. Upaya tersebut dilak Selengkapnya

    Presiden Perintahkan Mendikbud Evaluasi Kebijakan Zonasi Sekolah

    Banyaknya respons dan reaksi masyarakat yang keberatan terhadap pelaksanaan kebijakan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahu Selengkapnya

    Pemerintah Anggarkan Lebih Dari Rp50 T Beasiswa untuk Mahasiswa

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp50 Triliun untuk Selengkapnya

    Ekspor Tumbuh 9,2 Persen, Presiden: Jadikan Perang Dagang Sebagai Peluang

    Presiden Joko Widodo mengemukakan, ekspor kita semakin tahun semakin lebih baik. Pada posisi September 2018 misalnya, nilai ekspor tercatat Selengkapnya