FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    10 03-2020

    765

    Dukung Destinasi Super Prioritas, Indonesia Perlu Teknologi 5G

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Jakarta, Kominfo – Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail menyatakan salah satu alasan Indonesia harus membangun teknologi 5G sebagai bentuk dukungan atas pengembangan lima destinasi wisata super prioritas. Bahkan ada tiga alasan lagi yaitu menyukseskan visi dan misi Presiden, membangun sistem industri yang sesuai dengan pasar, dan kebutuhan hitech di ibukota negara baru.

    “Visi dan misi Presiden membutuhkan broadband connectivity. Misalnya kita bicara pengembangan SDM, salah satu isu utamanya adalah pemerataan pendidikan, pihak pendidik harus sampai ke pelosok-pelosok. Nah, 5G akan membuat suatu lompatan yang luar biasa untuk e-learning. Itu salah satu tools-nya kalau kita siapkan 5G,” urai Ismail dalam Indonesia 5G Ecosystems Forum 2020, yang digelar Indonesia ICT Institute, Selasa (10/03/2020).

    Mengenai peta jalan industri di Tanah Air, menurut Dirjen SDPPI, fabrikasi harus yang real life dengan market, sehingga feedback di lapangan langsung terekam dalam produksi. Ketika ini berjalan, kehadiran teknologi 5G menjadikan fungsi robotic mengganti orang banyak.

    “Banyak aplikasi di industri yang nanti akan menggunakan 5G. Di beberapa industri besar, seperti Mercy, BMW dan sebagainya, ikut lelang juga mendapatkan spektrum frekuensi. Mereka mau bangun frekuensi 5G khusus kebutuhan industri sampai memonitor pemanfaatan mobilnya di user,” katanya.

    Berkaitan dengan pembangunan ibu kota negara yang baru di Kalimantan, sudah sewajarnya membutuhkan dukungan teknologi tinggi dan terbaru. Teknlogi 5G harus hadir di sana untuk mendukung konektivitas. Dengan demikian, sebelum ibukota baru itu terwujud, perlu lebih dulu dibangun infrastruktur spektrum frekuensi di sana.

    Hal yang sama juga dengan program pemerintah menggenjot tingkat kunjungan wisata melalui lima destinasi super prioritas. “Di tengah maraknya virus corona, kita jangan pesimis mengatasi berbagai macam kendala. Pariwisata adalah bagian yang sangat penting membangun bangsa ini, karena begitu banyaknya bisnis ikutan yang akan terdongkrak ,” harapnya.

    Acara Indonesia 5G Ecosystem Forum dihadiri oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika berserta Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia sebagai regulator di sektor telekomunikasi, Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) yang telah menyelesaikan pembangunan Palapa Ring, asosiasi operator telekomunikasi, asosiasi IoT dan juga akademisi.

    Berita Terkait

    Atur Migrasi Siaran Analog ke Digital, Kominfo Siapkan RPP Teknis

    Pemerintah telah menyiapkan 2 Peraturan Pemerintah sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja u Selengkapnya

    Gelombang Panas Melanda Indonesia? Awas Hoaks!

    Telah beredar konten unggahan di media sosial Facebook yang menyebutkan saat ini Indonesia sedang dilanda gelombang panas. Hal itu disokong Selengkapnya

    Dirjen PPI: Survei Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia Bagian Penting dari Transformasi Digital

    Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli menilai, hasil survei yang disel Selengkapnya

    Dirjen PPI: Digitalisasi Siaran Buka Peluang Teknologi Baru

    Kualitas dan efisiensi layanan penyiaran akan makin lebih baik dengan digitalisasi. Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Inform Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA