FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    06 06-2020

    183

    Lima Kalangan Masyarakat Ini Bisa Berperan Dukung Kenormalan Baru

    Kategori Berita Kementerian | Irso
    Sejumlah umat Hindu melaksanakan sembahyang dengan menerapkan jaga jarak fisik di Pura Kerta Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (5/6/2020). Pura tersebut kembali dibuka dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 menjelang penerapan tatanan hidup normal baru di Tangerang Raya. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan ada lima kelompok masyarakat dan komunitas yang bisa membantu memasuki era kenormalan baru.  Menteri Kominfo mengharapkan agar setiap elemen masyarakat dapat mendukung persiapan memasuki kenormalan baru. 

    "Mereka adalah masyarakat itu sendiri, tokoh masyarakat dan komunitas, dunia perguruan tinggi baik dari ilmuan, akademisi dan peneliti, kemudian dari kalangan dunia usaha serta ekosistem media. Karena dengan memamahi, mengetahui, melaksanakan dan melakukan secara disiplin protok atau kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah, maka kita berhasil untuk mencegah masyarakat tertular,” tuturnya dalam Keynote Speech Webminar   Persiapan dalam Menghadapi Tatanan Kehidupan Baru yang berlangsung virtual dari Jakarta, Jum’at (05/06/2020).

    Menurut Menteri Johnny, usaha preventif secara  masif ini apabila dlakukan dengan baik, maka tidak hanya membantu dalam pencegahan penularan, tetapi juga kesiapan dari pemerintah dan masyaraat khususnya untuk memasuki kenormalan baru nantinya.

    Menteri Kominfo menambahkan, hidup dalam kenormalan baru di mana vaksin belum ditemukan dan wabah Covid-19 masih ada, tetapi hidup secara normal dengan melakukan pengendalian terhadap perseberan wabah pandemi ini.

    “Masyarakat yang diberi kesempatan untuk melaksanakan aktifitas dan interaksi, sedikit diberikan kesempatan pelonggaran  terhadap physical akan dibantu asistensi oleh aparat,” imbuhnya.

    Menteri Johnny memberikan contoh, setelah keputusan suatu wilayah atau tempat umum di buka untuk masyarakat melakukan interaksi seperti di Mall, tempat ibadah maupun tempat olahraga, maka aparat melakukan penjagaan secara ketat saat masyarakat berbondong-bondong ke wiayah tersebut.

    “Masyarakat yang melaksanakan kehidupan normal baru atau life style itu tidak kita asumsikan seluruhnya tertib dan disiplin, bisa saja ada yang belum mengetahui dan melanggar, atau tidak melaksanakan protokol-protokol kesehatannya, disitulah dibutuhkan asistensi,” jelasnya.

    Oleh karena itu, Menteri Kominfo mengharapkan agar setiap elemen masyarakat dapat berperan dalam melaksanakan aktvitas yang produktif dan aman. “Kita harapkan proses new normal melalui suatu komunikasi publik yang memadai, masyarakat paham, sehingga pada saat benar-benar nanti new normal diterapkan kita bisa mengendalikan Covid di satu sisi, tapi produktifitas bisa kita tingkatkan melalui interaksi sosial dan interaksi ekonomi untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat,” terang Menteri Johnny.

    Berita Terkait

    Dampak Pandemi, Masyarakat Makin Cerdas Gunakan Platform Digital

    Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menilai masyarakat semakin cerdas menggunakan platform digital di tengah pandem Selengkapnya

    Percepat Transisi Masyarakat Digital, Kominfo Gencar Bangun Infrastruktur

    Percepatan transformasi digital menjadi prioritas utama nasional Pemerintah. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika melakuk Selengkapnya

    Kominfo Tingkatkan Literasi Siapkan Masyarakat Hadapi Transformasi Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menggalakkan literasi digital untuk mendorong percepatan transformasi digital. Direktur Jenderal Apli Selengkapnya

    Dirjen Aptika: Kebijakan Afirmatif Dukung Kesetaraan Digital

    Bagaimana cara mengatasi ketidaksetaraan digital dan membuat transformasi digital menjadi inklusif? Menurut Dirjen Aptika Kementerian Komun Selengkapnya