FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
12 03-2019

403

Implementasi 5G Masuk Rencana Strategis Kemenkominfo

Kategori Sorotan Media | Diani Hutabarat

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tengah menyusun rencana strategis lima tahun ke depan, yang salah satu fokusnya adalah implementasi teknologi 5G.

Direktur Penataan Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Kemkominfo, Denny Setiawan, mengatakan pada 2019, Kemkominfo memulai penyusunan rencana strategis 5 tahun ke depan.

Dia mengatakan salah satu semangat dalam penyusunan rencana strategis tersebut adalah implementasi 5G yang dilihat dari banyak sudut.

“Selain aspek ketersediaan spektrum frekuensi radio, namun juga hal yang tidak kalah pentingnya adalah pengkajian kebijakan dan regulasi maupun struktur penyelenggaraan telekomunikasi yang 5G-friendly,” kata Denny  kepada Bisnis, Senin (11/3/2019).

Di samping itu, pembahasan mengenai 5G, lanjutnya, juga mengenai ketersediaan infrastruktur pendukung yang meliputi peningkatan dan kemudahan penetrasi fiber optik, dan infrastruktur pendukung seperti ducting, poles, tower dan infrastrukur sharing.

“Kebijakan sharing infrastruktur ini mencakup infrastruktur aktif dan pasif, termasuk sinkronisasi kebijakan dengan instansi pemerintah lain termasuk pemerintah daerah,” kata Denny.

Selain itu, Denny menerangkan sinkronisasi dengan Pemda diperlukan agar memberikan kemudahan dan fleksibilitas lebih kepada operator telekomunikasi dalam mengakses poles, ducting dan gedung pada saat akan membangun jaringan 5G.

Mengenai rencana pemnafaatan frekuensi satelit, Denny menuturkan masing-masing satelit berbeda lifetime-nya.

“Yang terbaru yaitu Nusantara Satu juga memiliki transponder ext-C band yang beroperasi di pita 3.5GHz. Secara rata-rata umur lifetime satelit ada di kisaran angka 15 tahun sejak diluncurkan,” kata Denny.

Denny menuturkan saat ini, Kemkominfo sedang mengkaji potensi pemanfaatan penggunaan frekuensi 3.5GHz secara sharing untuk 5G dan satelit.

Misalnya dengan pembagian secara geografis untuk layanan 5G di wilayah yang terdapat kawasan industri manufaktur atau daerah perkotaan yang memiliki demand trafik data yang tinggi, sedangkan layanan satelit tetap bisa beroperasi di wilayah lainnya. 

“Dengan pendekatan tersebut, maka diharapkan keberlangsungan layanan satelit dapat tetap berlangsung sampai dengan masa umur satelit itu sendiri, tetapi di sisi lain implementasi teknologi 5G di pita frekuensi tersebut dapat diimplementasikan,” kata Denny.

Sumber berita : bisnis.com(12/03/19)

 Leo Dwi Jatmiko

Berita Terkait

Peran Penting Startup Digital dalam Perekonomian Indonesia

Jakarta - Sebagai bagian dari industri kreatif, keberadaan startup digital punya peran penting dalam perekonomian di suatu negara Selengkapnya

Pojok Pintar Sisternet Ada di Kemkominfo

Merdeka.com - Guna mendorong perempuan Indonesia agar lebih melek teknologi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Selengkapnya

Melalui Wayang Kulit, Kemenkominfo Sosialisasikan BPNT

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengadakan sosialisasi program andalan pemerintah pengentasan kemiskina Selengkapnya

Pemerintah akan Bangun Satelit Teknologi Tinggi

JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang mengupay Selengkapnya