FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    12 03-2019

    530

    Implementasi 5G Masuk Rencana Strategis Kemenkominfo

    KategoriSorotan Media | daon001

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tengah menyusun rencana strategis lima tahun ke depan, yang salah satu fokusnya adalah implementasi teknologi 5G.

    Direktur Penataan Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Kemkominfo, Denny Setiawan, mengatakan pada 2019, Kemkominfo memulai penyusunan rencana strategis 5 tahun ke depan.

    Dia mengatakan salah satu semangat dalam penyusunan rencana strategis tersebut adalah implementasi 5G yang dilihat dari banyak sudut.

    “Selain aspek ketersediaan spektrum frekuensi radio, namun juga hal yang tidak kalah pentingnya adalah pengkajian kebijakan dan regulasi maupun struktur penyelenggaraan telekomunikasi yang 5G-friendly,” kata Denny  kepada Bisnis, Senin (11/3/2019).

    Di samping itu, pembahasan mengenai 5G, lanjutnya, juga mengenai ketersediaan infrastruktur pendukung yang meliputi peningkatan dan kemudahan penetrasi fiber optik, dan infrastruktur pendukung seperti ducting, poles, tower dan infrastrukur sharing.

    “Kebijakan sharing infrastruktur ini mencakup infrastruktur aktif dan pasif, termasuk sinkronisasi kebijakan dengan instansi pemerintah lain termasuk pemerintah daerah,” kata Denny.

    Selain itu, Denny menerangkan sinkronisasi dengan Pemda diperlukan agar memberikan kemudahan dan fleksibilitas lebih kepada operator telekomunikasi dalam mengakses poles, ducting dan gedung pada saat akan membangun jaringan 5G.

    Mengenai rencana pemnafaatan frekuensi satelit, Denny menuturkan masing-masing satelit berbeda lifetime-nya.

    “Yang terbaru yaitu Nusantara Satu juga memiliki transponder ext-C band yang beroperasi di pita 3.5GHz. Secara rata-rata umur lifetime satelit ada di kisaran angka 15 tahun sejak diluncurkan,” kata Denny.

    Denny menuturkan saat ini, Kemkominfo sedang mengkaji potensi pemanfaatan penggunaan frekuensi 3.5GHz secara sharing untuk 5G dan satelit.

    Misalnya dengan pembagian secara geografis untuk layanan 5G di wilayah yang terdapat kawasan industri manufaktur atau daerah perkotaan yang memiliki demand trafik data yang tinggi, sedangkan layanan satelit tetap bisa beroperasi di wilayah lainnya. 

    “Dengan pendekatan tersebut, maka diharapkan keberlangsungan layanan satelit dapat tetap berlangsung sampai dengan masa umur satelit itu sendiri, tetapi di sisi lain implementasi teknologi 5G di pita frekuensi tersebut dapat diimplementasikan,” kata Denny.

    Sumber berita : bisnis.com(12/03/19)

     Leo Dwi Jatmiko

    Berita Terkait

    SiBrekreasi Jadi Andalan Kemenkominfo Tingkatkan Literasi

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan guna memastikan akses internet yang diberikan pemerintah berdampak positif, bagi pa Selengkapnya

    Tiga Cara Kemenkominfo Perangi Hoaks

    Kementerian Komunikasi dan Informatika berkomitmen untuk terus memerangi peredaran berita palsu atau hoaks melalui berbagai cara. Salah satu Selengkapnya

    Indonesia Dukung Rancangan Internasional untuk Kebebasan Media

    Profesi jurnalis rentan mendapat aksi kekerasan dan persekusi. Mulai dari pengusiran, serangan fisik, hingga pemidanaan karya jurnalistik. H Selengkapnya

    Peran Penting Startup Digital dalam Perekonomian Indonesia

    Jakarta - Sebagai bagian dari industri kreatif, keberadaan startup digital punya peran penting dalam perekonomian di suatu negara Selengkapnya